7 Tanda Awal Terkena Serangan Stres…


Stres tak selalu ditandai dengan wajah yang muram, kosong, menangis terus-menerus, cepat marah, atau frustrasi. Benar, gejala tersebut memang dialami oleh beberapa orang yang sedang stres. Namun sebelum mencapai tahap tersebut ada gejala yang menjadi pertanda awal dari serangan stres.

1.  Sulit tidur

Berhati-hatilah jika Anda merasa sulit tidur tanpa alasan yang tepat. Banyak orang yang kesulitan tidur di malam hari karena mereka terus-menerus memikirkan berbagai hal yang mungkin tidak berjalan sempurna, dan terus menyesalinya. Tak jarang juga mereka terbangun di tengah malam, dan sulit untuk kembali tertidur.

2. Nyeri dan sakit

Penelitian membuktikan bahwa satu pikiran stres dapat menyebabkan perubahan pada semua proses yang terjadi dalam tubuh manusia. Rasa sakit dan nyeri yang dialami sebenarnya merupakan reaksi dari tubuh terhadap rasa lelah yang dihadapi. Jika sudah merasakan hal ini, sebaiknya Anda berhati-hati agar tidak stres dan jatuh sakit.

3. Tak bersemangat

Semangat merupakan salah satu hal yang sangat diperlukan untuk melakukan berbagai aktivitas. Stres tak hanya mempengaruhi proses dalam tubuh manusia, tapi juga pada sistem regenerasi sel tubuh. Sel yang terhambat regenerasinya, akan membutuhkan lebih banyak energi untuk meregenerasi sel baru. Akibatnya, energi untuk beraktivitas fisik pun menjadi lebih sedikit.

4. Tidak fokus

Stres sangat mempengaruhi pikiran Anda, termasuk dalam berfokus pada sesuatu hal. Pernahkah Anda merasa memikirkan banyak hal sekaligus dalam satu waktu? Misalnya, Anda sedang memikirkan sebuah pekerjaan baru, dan 2 menit kemudian Anda sudah memikirkan hal lain lagi sebelum menyelesaikan perkerjaan pertama. Perilaku ini tidak hanya akan membuat Anda stres karena pekerjaan Anda belum selesai, tetapi juga akan memecahkan konsentrasi banyak pekerjaan yang menumpuk. Jika tak diatasi, bisa menyebabkan tingkat stres yang tinggi.

5. Berpikir tidak jernih

Pernahkan Anda kebingungan untuk mengungkapkan suatu hal dalam kata-kata atau menuliskan laporan? Atau sering bingung untuk memulai suatu pekerjaan? Hal ini merupakan suatu pertanda bahwa Anda terserang stres. Kadar adrenalin dan kortisol dalam aliran sistem otak Anda berada pada tingkat yang berlebihan, atau disebut inhibisi kortisol, yang berarti kita tidak bisa mengakses bagian otak yang bertanggung jawab untuk membuat keputusan, memecahkan masalah, dan berpikir kreatif.

6. Kehilangan selera humor

Ketika Anda berada dalam gejala stres, Anda menjadi terlalu memikirkan segala sesuatunya dengan serius. Ingatlah saat-saat Anda bisa menertawakan semua kesalahan yang Anda lakukan, dan ketika Anda bisa tersenyum dengan spontan karena berbagai hal yang menggembirakan. Ketika sedang stres, sudut pandang kita mulai menyempit dan kita mulai melihat segala sesuatunya dari sisi serius.

7. Berpikir negatif

Bisakah Anda melihat berbagai kebaikan dalam diri orang lain? Jika Anda lebih sering menilai seseorang dari sisi negatifnya, maka berhati-hatilah. Banyak orang tak menyadari bahwa kecenderungan ini sebenarnya merupakan gejala awal stres. Ketika stres, pikiran kita menjadi tidak jernih dan cenderung berpikir tentang segala sesuatu yang buruk tentang orang lain.

Ada baiknya, kenali tanda-tanda ini agar Anda segera menyadari bahwa Anda sedang mengalami stres. Jika sudah terlanjur mengalami stres, tariklah nafas dalam-dalam, dan rehat sejenak dari aktivitas yang Anda lakukan sekarang. Setelah pikiran kembali jernih, kembalilah ke aktivitas Anda sebelumnya.

sumber female.kompas.com

Neh caranya… supaya anak kita jadi anak jenius!


Masa kanak-kanak adalah masa yang penting untuk perkembangan mental dan fisik ketika dewasa. Anak yang dibesarkan dengan baik tentu menjadi dewasa yang baik pula. Bagaimana jika ingin membesarkan anak menjadi seorang jenius?

Sebenarnya tidak ada resep tunggal untuk membuat anak menjadi jenius. Para ahli saat ini sudah tak lagi memakai patokan nilai IQ (Intelligence Quotient) sebagai standar kejeniusan. Bisa saja faktor lingkungan atau pengasuhan yang mendukung seseorang menjadi sukses.

Berikut adalah beberapa cara yang dapat dijadikan pedoman untuk mencetak anak jenius seperti dikutip dari thedailybeast.com :

1. Jauhi Anak dari Kebiasaan Nonton TV
Tiga puluh persen anak-anak di bawah usia 2 memiliki televisi di kamar tidurnya. Dan 59 persen anak-anak berusia di bawah 2 tahun menonton TV dua jam sehari.

The American Academy of Pediatrics baru-baru ini mengeluarkan peringatan yang mendesak orangtua agar tidak membiarkan bayi dan balita menonton TV. Manfaat menonton TV bagi bayi tidak diketahui, namun TV diketahui merusak keterampilan mental dan menyia-nyiakan waktu untuk perkembangan otak yang seharusnya dihabiskan dengan cara berbicara dengan orang lain.

“Bahasa penting untuk pembelajaran anak-anak, dan bahasa yang didapatkan dari televisi tidak disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing anak. TV tidak akan menjawab pertanyaan atau mengikuti keinginan anak-anak, yang mana hal inilah yang membuat anak pintar,” kata Roberta Golinkoff, pakar bahasa bayi dan rekan penulis buku ‘Einstein Never Used Flashcards: How Our Children Really Learn and Why They Need to Play More and Memorize Less‘.

2. Beri anak Air Susu Ibu (ASI)
Anak berusia enam tahun yang diberi ASI terus menerus ketika bayi, skor tes IQ-nya 5 persen lebih tinggi daripada anak 6 tahun yang tidak mendapat ASI.

Kesimpulan ini didasarkan pada penelitian yang diikuti oleh dua kelompok ibu di Belarusia baru dan anak-anaknya. Salah satu kelompok ibu-ibu memberi ASI eksklusif pada bayinya, artinya tidak memberi bayi makanan lain kecuali ASI sampai satu tahun. Sedangkan kelompok lain tidak hanya memberi ASI saja dan jangka waktu pemberian ASI lebih pendek.

Hasilnya, anak-anak dalam kelompok pertama mencetak skor lebih tinggi dalam bidang membaca, menulis dan matematika.

“Hal pertama yang dapat dilakukan seorang Ibu untuk membesarkan anak cerdas adalah dengan cara menyusui. Manusia memiliki persentase lemak lebih besar dibandingkan dengan susu sapi yang dibutuhkan untuk melindungi sel-sel otak,” kata ahli genetika Ricki Lewis, penulis buku ‘The Forever Fix: Gene Therapy and the Boy Who Saved It‘.

3. Belajar musik
Anak-anak yang memainkan piano atau alat musik gesek mendapat skor keterampilan verbal 15 persen lebih tinggi daripada anak yang tidak memainkan alat musik.

Penelitian yang menghasilkan pernyataan ini melibatkan siswa dari area musik Boston dan sekolah umum. Usia rata-rata siswa adalah 10 tahun dan beberapa di antaranya pernah belajar musik setidaknya selama tiga tahun. Hasil penelitian tersebut sesuai dengan hasil penelitian-penelitian sebelumnya yang menunjukkan banyaknya korelasi antara musik, keterampilan bahasa dan skor IQ.

Pertanyaan adalah apakah anak-anak yang pintar pandai bermain musik, atau apakah musik yang membuat anak menjadi pintar? “Gagasan bahwa gen mengendalikan nasib disebut determinisme genetik. Kami menentang ide ini sepanjang waktu,” kata Lewis.

4. Belajar Mengendalikan diri atau sabar
Anak-anak yang mampu menunda kepuasan 15 kali lebih lama daripada teman-temannya dan lebih sabar mendapat skor 210 poin lebih tinggi pada SAT (Scholastic Assessment Test).

Tes Penalaran SAT adalah tes standar untuk penerimaan perguruan tinggi di Amerika Serikat. Dalam suatu penelitian, anak-anak diberitahu bahwa mereka bisa makan dua kue jika mereka mau menunda makan kue yang pertama. Mereka yang bisa menunggu 15 menit sebelum makan kue pertama mencetak 210 poin lebih tinggi pada tes SAT nya daripada yang tidak bisa menunggu lebih dari satu menit.

“Pengendalian dorongan adalah faktor penting dalam fungsi eksekutif. Ilmuwan sekarang tahu bahwa menjadi jenius tidak banyak berkaitan dengan IQ, tapi berkaitan dengan fungsi eksekutif. Kemampuan untuk beralih tugas, mengingat, dan menghambat dorongan jauh lebih berkaitan dengan kesuksesan daripada IQ,” tegas Golinkoff.

5. Penuhi rumah dengan buku
Anak yang dibesarkan di sebuah rumah berisi setidaknya 500 buku memiliki kemungkinan lulus SMA 36 persen lebih tinggi dan 19 persen lebih mungkin lulus dari perguruan tinggi daripada anak yang dibesarkan di rumah yang hanya berisi beberapa atau bahkan tidak menyimpan buku.

Penelitian ini dipublikasikan pada 2007, ketika buku masih menjadi benda yang nyata, bukan berbentuk file seperti sekarang. Kesimpulan ini menunjukkan bahwa kesenjangan melebar secara berlipat pada orangtua anak-anak yang buta huruf.

“Keberhasilan di sekolah bergantung tidak hanya pada kecerdasan bawaan, tapi juga membutuhkan etika yang baik. Anak-anak belajar lebih banyak dari apa yang kita lakukan daripada apa yang kita katakan. Orangtua yang suka membaca menunjukkan kepada anak-anaknya bahwa membaca adalah kegiatan yang menarik, menyenangkan, dan bermanfaat,” kata psikolog Eileen Kennedy-Moore, penulis ‘Smart Parenting for Smart Kids‘.

6. Hindari kegemukan pada anak
Anak gemuk mendapat skor 11 persen lebih rendah pada tes membaca daripada anak dengan berat badan normal.

Ilmuwan di Temple University yang menyimpulkan pernyataan tersebut juga menemukan bahwa siswa sekolah menengah yang mengalami kelebihan berat badan memiliki prestasi lebih rendah daripada teman-teman sebayanya yang memiliki berat badan normal, serta lebih seriang tidak masuk dan terlambat datang sekolah. Penelitian ini menghubungkan massa tubuh yang lebih besar dengan prestasi sekolah yang lebih rendah.

“Memiliki kebiasaan hanya duduk dan menonton TV atau bermain game sangat merugikan untuk anak-anak. Mereka tidak berinteraksi dan banyak hal yang membuat kita pintar adalah hal yang hanya dipelajari dalam hubungan interaksi sosial,” kata Golinkoff.

7. Latihan aerobik meningkatkan kemampuan eksekutif anak-anak sebanyak 100 persen.
“Hasil terbaik diperoleh jika melakukan latihan dengan anak-anak. Mendorong gaya hidup aktif adalah salah satu hadiah terbaik yang dapat diberikan orang tua kepada anak-anak,” kata ahli biologi molekuler, John Medina dalam bukunya yang berjudul ‘Brain Rules for Baby‘.

8. Ikut program prasekolah
Anak yang mengikuti program prasekolah 52 persen lebih mungkin lulus SMA daripada yang tidak mengikuti program prasekolah.

Penelitian yang menghasilkan pernyataan ini diikuti dua kelompok anak-anak yang kurang beruntung dari Michigan dari balita hingga berusia 40 tahun. Satu kelompok mengikuti program prasekolah ‘berkualitas tinggi’ untuk anak usia 3 dan 4 tyahun, sedangkan kelompok lainnya tidak pernah mengikuti program prasekolah.

Pada usia 27 tahun, kelompok prasekolah lima kali lebih banyak yang memiliki rumah sendiri daripada kelompok non-prasekolah. Pada usia 40, kelompok non-prasekolah ditangkap atas tuduhan narkoba delapan kali lebih banyak dibandingkan alumni prasekolah, dan dua kali lebih sering melakukan serangan fisik.

9. Usia Ayah jangan terlalu tua saat memiliki anak
Anak-anak yang dilahirkan ketika ayah berumur 20 tahun mendapat skor tes IQ 3 sampai 6 poin lebih tinggi daripada anak yang lahir dari ayah yang berusia dua kali lipat.

Bertambahtuanya usia ayah berhubungan dengan peningkatan risiko gangguan perkembangan saraf seperti autisme dan skizofrenia, serta disleksia dan berkurangnya kecerdasan. Keturunan dari ayah yang lebih tua mengalami kerusakan yang halus pada tes kemampuan neurokognitif.

“Kecenderungan modern untuk menunda memiliki anak mungkin berdampak memprihatinkan,” kata para peneliti seperti dikutip dari jurnal PLoS Medicine dalam artikel yang berjudul ‘Advanced Paternal Age Is Associated With Impaired Neurocognitive Outcomes During Infancy and Childhood’ oleh S. Saha, dkk.

10. Belajar juggling atau permainan ketangkasan seperti melempar 3 bola bergantian
Belajar juggling dapat meningkatkan volume materi abu-abu di otak anak-anak sebanyak 3 persen.

“Struktur otak sangat ditentukan oleh gen, tetapi tidak sepenuhnya. Belajar keterampilan seperti juggling yang mendorong kemampuan persepsi dan motorik dapat meningkatkan 3 persen volume materi abu-abu di daerah visual,” kata peneliti Jeremy Gray dan Paul Thompson dari Universitas Yale dalam jurnal Nature Reviews Neuroscience.

Volume materi abu-abu di otak berhubungan dengan kemampuan mental secara umum.

11. Perbanyak anak mendengar kosakata baru
Anak-anak dalam keluarga penerima bantuan sosial mendengar kata-kata hampir empat kali lebih sedikit per tahunnya daripada anak-anak dari keluarga kelas profesional.

Para peneliti mengungkapkan bahwa semakin banyak kata-kata yang didengar, semakin besar kosakata dan semakin tinggi prestasi akademik. Peneliti juga mengungkapkan bahwa anak-anak dalam keluarga penerima bantuan sosial mendengar sekitar 3 juta kata per tahun, sementara anak-anak dalam keluarga kelas pekerja mendengar 6 juta kata dan anak-anak di keluarga kelas profesional mendengar 11 juta kata per tahun.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Todd R. Risley and Betty Hart dalam bukunya ‘Meaningful Differences in the Everyday Experience of Young American Children‘, anak-anak penerima dana bantuan sosial hanya mengetahui 500 kata pada usia 3 tahun, dibandingkan dengan 750 kata dan 1.100 kata pada kelompok lain.

12. Belajar bahasa asing
Anak-anak yang mempelajari bahasa asing selama dua tahun mendapat skor SAT 14 persen lebih tinggi daripada anak-anak yang tidak pernah mempelajari bahasa asing.

Belajar bahasa asing selama satu tahun berkaitan dengan skor SAT yang sedikit lebih tinggi, tetapi belajar bahasa asing selama dua tahun menghasilkan kenaikan skor SAT sebanyak 14 dan 13 persen pada bagian tes verbal dan matematika dibandingkan siswa yang belum pernah mempelajari bahasa asing. Setiap penambahan satu tahun belajar bahasa asing menghasilkan kenaikan skor lebih banyak.

“Nilai verbal siswa yang mempelajari bahasa asing selama empat atau lima tahun lebih tinggi daripada skor verbal siswa yang mempelajari pelajaran lain selama empat atau lima tahun,” tulis para Thomas C. Cooper pada artikelnya yang berjudul ‘Foreign-Language Study and SAT-Verbal Scores‘ dalam Modern Language Journal.

13. Batasi permainan game komputer atau video game
Siswa yang menghabiskan lebih dari dua jam sehari bermain komputer dan video game mendapat skor ujian sekolah 9,4 persen lebih rendah daripada siswa yang tidak lagi memainkan game semacam itu.

Efek elektronik permainan terhadap prestasi memicu perdebatan akademis yang intens. Sebuah kajian yang dilakukan pada siswa di Inggris membandingkan hasil tes para gamer dengan bukan gamer.

“Tidak ada satu korelasi positif signifikan yang ditemukan antara frekuensi game dan kinerja akademik. Bermain videogame berlebihan dapat mengganggu sekolah seperti halnya kegiatan lain yang dilakukan berlebihan semisal membaca untuk kesenangan, bermain di luar, tidur, atau berinteraksi langsung dengan teman dan keluarga,” tulis peneliti Barry Ip, dkk lewat artikel berjudul ‘Gaming Frequency and Academic Performance‘ yang dimuat dalam Australasian Journal of Educational Technology.

14. Hindari paparan pestisida saat hamil
Anak-anak dari ibu yang terkena pestisida saat hamil memiliki nilai IQ 1,4 persen lebih rendah daripada anak-anak yang ibunya tidak terkena pestisida.

Ilmuwan dari Universitas Columbia mempelajari anak berusia 7 tahun dan ibunya. Para imuwan menemukan hubungan langsung antara paparan pestisida pertanian sebelum kelehiran dengan IQ yang rendah.

Dampak negatif dari paparan pestisida bahkan lebih besar pada kerja ingatan, salah satu elemen dari keterampilan penting yang disebut ‘fungsi eksekutif’. Paparan kimia berupa komponen tak terlihat di udara yang dihirup dapat menurunkan kecerdasan anak.

sumber detikhealt.com

Mengharukan… Menikah selama 72 tahun, keduanya meninggal sambil bergandengan tangan…


Pasangan yang sudah menikah selama 72 tahun ini meninggal dengan bergandengan tangan. Keduanya menghembuskan nafas terakhir di sebuah rumah sakit di AS setelah mengalami kecelakaan.

Seperti dikutip dari ABC News, Gordon Yeager (94 tahun) dan istrinya Norma (90 tahun) meninggalkan rumahnya di sebuah kota kecil bernama State Center, Iowa, Rabu (19/10/2011). Mereka berencana pergi ke pusat kota Iowa.

Tapi keduanya tidak pernah sampai ke Iowa. Kecelakaan mobil membuat pasangan itu masuk ruang gawat darurat rumah sakit. Keduanya mengalami patah tulang dan sejumlah luka-luka.

Menurut anak pasangan itu, Donna Sheets (71 tahun), saat sudah berada di rumah sakit, ayah dan ibunya tetap saling peduli. “Dia (Norma) bilang dadanya sakit dan dia bertanya bagaimana dengan ayah,” ujar putra mereka, Dennis Yeager (52 tahun). “Sedangkan ayah merasa punggungnya sakit dan dia juga bertanya bagaimana ibu kami,” tambahnya.

Ketika pihak rumah sakit menginformasikan kondisi pasangan itu tidak juga lebih baik, mereka akhirnya ditaruh dalam satu ruangan. Di ruangan tersebut, mereka berbaring di tempat tidur yang berdampingan dan keduanya pun bergandengan tangan.

“Mereka bergandengan tangan. Ayah dengan tangan kanannya dan ibu tangan kiri,” kisah Sheets.

Gordon Yeager menghembuskan nafas terakhirnya pada pukul 15.38. Saat itu dia sudah tidak bernapas. Namun keluarga terkejut saat melihat layar monitor jantung.

“Kami melihat ke monitor kalau jantungnya masih berdetak. Perawat mengatakan ayah mengambil detak jantung ibu melalui tangan ibu,” tutur Sheets.

“Kami berpikir, Ya Tuhan, jantung ibu masih berdetak melalui ayah,” tambah Yeager.

Satu jam kemudian, Norma Yeager meninggal, menyusul sang suami. “Ayah selalu bilang seorang wanita layak ditunggu. Ayah menunggu satu jam dan menahan pintu untuknya,” tutur Dennis lagi.

Pasangan yang setia sampai akhir hayat itu menikah pada 1939 di hari Norma Yeager lulus dari SMA. Sepanjang hidup, mereka terus bersama-sama. Keduanya selalu berpergian bersama.

“Mereka selalu melakukan semuanya bersama-sama. Mereka tidak pernah terpisahkan, benar-benar tidak pernah,” ungkap Sheets.

di ambil dari wolipop.com

Jangan makan makanan Ini, kalau di makan ternyata makin kita lapar..!


Setelah makan perut seharusnya merasa lebih kenyang, namun hal itu tidak berlaku untuk beberapa makanan. Setidaknya ada 4 jenis makanan yang membuat Anda justru merasa lebih lapar dari sebelumnya.

Bila Anda sedang menjalankan program diet, sebaiknya hindari makanan-makanan yang justru bisa membuat Anda makin lapar setelah memakannnya. Berikut 4 jenis makanan yang justru bikin orang makin lapar, seperti dilansir Planetgreen, inilah makanan yg malah bikin perut jadi lapar lagi :

1. Permen karet

Mengunyah permen karet dapat menstimulasi lambung dan memproduksi air liur. Menurut Faddiets.com air liur yang diproduksi saat mengunyah akan turun ke perut dan perut akan berpikir bahwa ada makanan yang akan untuk dicerna, sehingga membuat Anda merasa lapar.

2. Soda Diet

Beberapa merek minuman bersoda menawarkan soda diet yang diklaim tidak mengandung gula dan rendah kalori. Namun Anda jangan tertipu oleh label karena studi justru membuktikan bahwa soda diet membuat perut Anda semakin lapar. “Pemanis buatan dapat memiliki efek memicu nafsu makan tetapi tidak seperti gula biasa. Pemanis buatan tidak memberikan sesuatu yang akan memadamkan nafsu makan,” jelas Sharon Fowler, peneliti obesitas di UT Health Science Center di San Diego. Menurut Fowler, pemanis bisa menghambat sel-sel otak yang membuat Anda merasa kenyang.

3. Sirup Jagung Tinggi Fruktosa

Sirup jagung yang mengandung tinggi fruktosa dapat mengganggu metabolisme tubuh sehingga seseorang tidak bisa berhenti makan. Orang akan benar-benar sulit mengontrol hasrat karena sirup jantung tinggo fruktosa memperlambat sekresi leptin dalam tubuh. Leptin adalah hormon penting dalam tubuh yang memberitahu Anda bahwa perut sudah kenyang dan berhenti makan.

4. Kue Manis Panggang

Kue manis panggang biasanya menggunakan gula putih dan tepung yang tidak memikiki serat atau nutrisi. Makanan jenis ini awalnya akan membuat Anda merasa kenyang dan kemudian dengan proses cukup cepat Anda akan merasa semakin lapar dari sebelumnya. Jika ingin mengonsumsi makanan yang dipanggang, sebaiknya pilih biji-bijian dengan sedikit gula.

sumber detikhealth.com

Tips Atasi Cemburu Melihat Mantan Pacar Menikah


Melihat mantan pacar menikah bisa memancing kecemburuan Anda yang memang baru saja dilanda putus cinta. Bagaimana mengatasi kecemburuan tersebut?

Dikutip dari askdanandjennifer, adalah wajar terjadi jika Anda merasa cemburu melihat orang yang pernah Anda cintai begitu cepat melanjutkan hidup. Tapi bukan berarti Anda jadi harus terpuruk karena kecemburuan itu. Berikut ini hal yang bisa dilakukan:

1. Simpan Sendiri
Saat mendengar mantan pacar akan menikah, Anda yang merasa baru saja putus dengannya tentu kecewa dan sedih. Di saat seperti itu Anda pun sepertinya ingin mengungkapkan semua keluh-kesah itu. Tapi sebaiknya untuk kasus kesedihan ini, jangan terlalu terbuka, apalagi sampai memberitahukannya ke mantan pacar. Usahakan Anda juga menghindari dulu sosial media. Di saat sedih, beberapa orang bisa cenderung mengungkapkan perasaannya di Facebook atau Twitter.

Pendam saja kesedihan atau kecemburuan itu di dalam diri Anda sendiri. Yakinlah semua rasa itu akan segera hilang. Ingat, Anda pun patuh merasa bahagia. Untuk apa meratapi pria yang memang sudah akan jadi milik orang lain. Masih banyak pria lain yang bisa jadi belum beruntung bertemu Anda.

2. Lanjutkan Hidup
Jika Anda merasa sangat sedih dan cemburu dan sepertinya tidak bisa lagi mengontrol diri untuk mengungkapkan perasaan itu ke mantan pacar, cobalah untuk melampiaskannya dengan menulis. Tulis surat berisi ungkapan perasaan Anda, lalu bakar atau sobek surat tersebut.

Cara yang dilakukan itu bisa membuat Anda mengekspresikan perasaan tanpa harus membuat malu diri sendiri. Anda pun bisa merasa lega karena akhirnya segala keluh-kesah sudah dilepaskan. Namun ingatlah, jangan pernah malah mengirim surat tersebut ke mantan.

Setelah melepaskan perasaan tersebut, Anda sebaiknya mulai melanjutkan hidup. Cobalah sibukkan diri dan mengalihkan perhatian Anda ke hal-hal yang lain memang salah satu cara paling efektif untuk melupakan pahitnya perpisahan. Jika Anda tak banyak kegiatan, maka Anda akan banyak menghabiskan waktunya untuk memikirkan si dia atau berusaha mencari tahu tentang kegiatannya.

Jika Anda sudah bekerja, fokuslah sepenuhnya pada pekerjaan Anda. Kesuksesan dan kepuasan di tempat kerja bisa membuat Anda lebih bahagia dan mengalihkan perhatian. Lakukanlah hal-hal yang Anda sukai dan habiskan waktu dengan orang yang bisa memberi semangat positif untuk Anda. Belajar melakukan meditasi juga bisa menjadi salah satu solusi untuk belajar mengalihkan energi negatif menjadi energi positif. Pengalihan fokus ini bisa membuat pikiran Anda dipenuhi oleh hal-hal yang menyegarkan dan pelan-pelan menyembuhkan luka di hati Anda.

3. Buang Semua Kenangan
Salah satu cara paling klasik dalam melupakan mantan adalah membuang segala kenangan yang berhubungan dengan dirinya. Tak perlu bersikap dramatis dengan membakar foto-foto dan kenangan dengannya. Cukup buang saja atau simpan benda-benda kenangan yang bisa membangkitkan rasa sakit hati. Jika Anda memiliki cincin pertunangan, ada baiknya kembalikan cincin tersebut ke mantan Anda. Jika ia pernah memberi hadiah yang mewah tak ada salahnya kembalikan hadiah tersebut sebagai tanda Anda menghormati diri Anda sendiri.

4. Tulis Hal Negatif Tentang Mantan
Tuliskan sikap dan sifatnya yang Anda tidak suka. Ini akan mengingatkan bahwa Anda pantas mendapatkan yang terbaik dan menyadarkan Anda bahwa perpisahan merupakan jalan terbaik.

sumber wolipop.com

Sepuluh Cara Berhemat Tanpa Harus Pelit…


Ada sepuluh ide untuk melakukan penghematan dengan cara sederhana, yang mudah dilakukan tanpa harus menjadi pelit.

1. Bawa air minum
Membeli air minum dalam kemasan tak hanya menambah sampah plastik tapi juga memboroskan uang. Bayangkan, jika dalam sehari Anda membeli sebotol air minum dengan harga Rp 3000, dalam sebulan Anda menghabiskan Rp 90 ribu. Sebagai gantinya, belilah botol minum sendiri — yang bisa diisi ulang.

2. Membawa daftar belanjaan
Buatlah daftar belanjaan sebelum pergi berbelanja ke toko. Pastikan daftar Anda hanya berisikan barang-barang yang memang Anda butuhkan. Hanya barang yang masuk daftar yang boleh dibeli, lainnya tidak.

3. Berjalan kaki lebih sering
Cobalah jalan kaki jika tujuan Anda cukup dekat. Kurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi dan gunakan kendaraan umum. Anda juga bisa mencoba memberi tumpangan dengan teman yang searah. Informasinya bisa didapat melalui beberapa komunitas yang  berbagi kendaraan seperti www.nebeng.com.

4. Manfaatkan perpustakaan
Anda tidak perlu senantiasa membeli buku baru. Kunjungilah perpustakaan untuk mencari buku yang diperlukan.

5. Kurangi makan di luar
Usahakan memasak dan membawa bekal makan siang untuk di kantor. Memasak akan menghemat banyak biaya dibandingkan selalu makan di luar.

6.Jauhi ATM asing
Menarik uang dari bank selain bank Anda bisa menyebabkan pemotongan uang dari rekening. Jumlahnya bervariasi mulai dari Rp 3000 hingga Rp 20 ribu. Nilai ini nampaknya kecil, tapi bayangkan jumlah totalnya jika sering dilakukan.

7. Membuat kopi sendiri
Daripada membeli kopi mahal di kafe, lebih baik minum kopi buatan sendiri. Sedikit-sedikit mengirit lama-lama jadi bukit.

8. Kurangi ke mal
Jalan-jalan ke mal bisa mendatangkan banyak godaan untuk membeli barang secara impulsif. Maka itu, lebih baik habiskan waktu libur dengan piknik ke taman atau museum.

9. Manfaatkan kartu diskon
Beberapa toko menawarkan diskon bagi pelanggan yang punya kartu anggota. Manfaatkan hal ini dengan bijak. Awas, ini berbeda dengan membeli barang diskon yang sebenarnya tidak dibutuhkan.

10. Daur ulang
Kreatiflah: ada banyak ide yang bisa dilakukan untuk mendaur ulang barang yang tak digunakan lagi. Misalnya, memadukan pakaian lama dengan baju lain sehingga menjadi lebih menarik.

Anda punya ide lain?

sumber  yahoonews.com

Hati Hati! Mandi Air Panas Bisa Bikin Gagal Jantung


Berendam di air panas saat cuaca dingin memang nyaman. Berdasar studi terbaru, kebiasaan ini bisa berujung fatal. Gagal jantung mengintai pemilik kebiasaan ini.


Studi tim peneliti yang dipimpim Chika Nishiyama dari Kyoto Prefectural University of Medicine School of Nursing ini mengungkapkan, kasus gagal jantung saat mandi meningkat 10 kali lipat di musim dingin dibandingkan musim panas.

Fakta ini penting bagi masyarakat Jepang, mengingat sebagian besar penduduknya senang mandi air panas selama berjam-jam guna menenangkan diri setelah sibuk beraktifitas.

Di Jepang, banyak orang berlama-lama mandi air panas karena rumah tradisional Jepang tak tertutup dengan baik layaknya rumah di Barat. “Selain itu, alat pemanas yang ada jarang digunakan,” papar Nishiyama. Seperti dikutip Straits Times.

Nishiyama dan tim menggunakan data 11.000 kasus gagal jantung 2005-2007 di prefektur Osaka barat sebagai dasar studi. Berdasarkan data itu, 22% kasus terjadi dalam keadaan tidur dan 9% saat sedang mandi. Sekitar 3% mengalami gagal jantung saat beraktivitas kerja dan 0,5% saat sedang berolahraga.

Diketahui, sebanyak 54 kasus gagal jantung pada 10 juta orang terjadi saat sedang berendam. Kemudian, 10 kasus dari 10 juta orang terjadi saat berolahraga.

sumber inilah.com