Pengadilan Batang Akhirnya Putuskan si Agus Menjadi Dea (cowok jadi cewek..)

Hakim pengadilan negeri (PN) Batang, Jawa Tengah mengabulkan permohonan Agus Wardoyo (30) untuk mengubah jenis kelaminnya menjadi wanita. Majelis Ulama Indonesia (MUI) tidak mempersoalkannya selama tidak ada laporan dari masyarakat.

“Ini soal susah, ini ciptaan Tuhan. Kita ya belum berpendapat. Kalau ada pengaduan, masyarakat menanyakan masalah ini bagaimana tentu kita akan melakukan musyawarah menetukan sikap,” kata Ketua MUI Amidhan melalui telepon di Jakarta.

MUI sampai saat ini belum mengambil sikap, menurut Amidhan, pihaknya bersikap pasif. “Kalau nanti ada permintaan baru kita bahas,” imbuhnya.

Kasus seperti ini, lanjut Amidhan, bukan yang pertama, misalnya saja dari kasus artis Dorce Gamalama, dan itu tidak ada masalah.

“Itu aman-aman saja,” terangnya.

Sebelumnya dalam sidang permohonan perubahan jenis kelamin Agus, yang digelar di PN Batang, Jawa Tengah, pada Selasa (22/12/2009), Ketua Majelis Hakim, Widiastuti SH mengabulkan permohonan Agus untuk mengubah jenis kelaminnya menjadi wanita

Agus, atas keputusan hakim itu mengaku sangat gembira dengan keputusan PN Batang tersebut. Agus merasa lebih nyaman, dia pun kemudian mengganti namanya menjad Dea Wardini.

sumber detik.com

Gila..! Israel Akui Ambil Organ Tubuh Warga Palestina Tanpa Izin !

Israel mengakui bahwa para ahli patologi telah mengambil organ-organ dari warga Palestina dan lainnya yang telah meninggal. Pengambilan organ itu tanpa persetujuan dari keluarga mereka.

Namun praktek tersebut berakhir pada tahun 1990-an. Pengakuan itu disampaikan Dr Yehuda Hiss, mantan kepala institut forensik Abu Kabir di dekat Tel Aviv, Israel.

Pengakuan itu muncul menyusul pemberitaan surat kabar Swedia, Aftonbladet, bahwa Israel membunuh rakyat Palestina untuk mengambil organ-organ tubuh mereka. Berita tersebut telah dibantah Israel.

Namun fakta mengejutkan muncul dari wawancara yang dilakukan tahun 2000 oleh seorang akademisi AS, Nancy Sheppard-Hughe, profesor anthropologi di University of California-Berkeley. Wawancara tersebut dirilis di tengah bersitegangnya Israel dan Swedia atas pemberitaan harian Aftonbladet tersebut.

Stasiun televisi Channel 2 TV memberitakan, pada tahun 1990-an para spesialis di institut Abu Kabir mengambil kornea mata, kulit, katup jantung dan tulang-tulang dari jasad-jasad prajurit Israel, warga Israel, warga Palestina dan para pekerja asing. Dan pengambilan organ itu kerap kali tanpa izin dari keluarga mereka.

Pada stasiun TV tersebut, militer Israel mengkonfirmasi terjadinya praktek tersebut. Namun ditambahkan: “Aktivitas ini berakhir satu dekade lalu dan tidak terjadi lagi.”

Dikatakan Hiss: “Kami mulai mengambil kornea… Tak ada izin yang diminta dari keluarga,”

Namun tak ada bukti bahwa Israel telah membunuh rakyat Palestina untuk diambil organ-organ mereka, seperti yang diberitakan Aftonbladet. Media Swedia itu mengutip warga Palestina yang mengatakan para pria muda dari Tepi Barat dan Jalur Gaza ditahan pasukan Israel dan tubuh mereka dikembalikan ke keluarga dengan kondisi adanya organ yang hilang.

Atas pemberitaan itu, pemerintah Israel telah mendesak pemerintah Swedia untuk mengecam artikel Aftonbladet tersebut. Namun Swedia menolak dengan alasan akan melanggar kebebasan berbicara di negeri itu.

sumber  detik.com